Ciri-Ciri Ayam Camah Brahma

ciri-ciri-ayam-camah-brahma

Ayam Camah Brahma merupakan salah satu jenis ayam yang dianggap keramat dan pantang untuk di adu dalam budaya tajen di Bali. Beberapa sumber mengatakan bahwa ayam ini tidak diperbolehkan untuk turun dalam ajang adu tajen atau gocekan karena beberapa alasan.

Bagi anda yang mungkin ingin mencoba mengikuti gelaran tajen di bali ataupun anda sudah pernah tetapi belum paham mengenai salah satu aturan mengenai pantangan dalam jenis ayam yang boleh di adu, silahkan anda baca artikel kali ini.

Ayam Camah Brahma

Menurut catatan dari Lontar pengayam-ayam yaitu sebuah kitab tulisan yang mencatatkan mengenai segala hal menyangkut sabung ayam, diketahui di alam bebas terdapat beberapa jenis ayam yang diyakini tidak keok saat diadu.

Salah satu diantara ayam tersebut tidak lain adalah Ayam Camah Brahma. Ayam ini dianggap keramat dan diyakini akan menang melawan ayam jenis apapun dalam arena tajen. Oleh karena itu lah ayam ini sangat dilarang digunakan dalam ajang tajen atau dikenal juga dengan nama gocekan ini.

Ayam Camah Brahma ini sendiri memang memiliki bentuk tubuh yang mencolok dan bakalan terlihat secara langsung. Ciri-cirinya adalah semua urat-urat pada badannya berwarna Merah, Kulit badan berwarna merah juga lidahnya terlihat urat-urat berwarna merah.

badan dan kaki ayam camah

Menurut beberapa teman yang memang botoh dan suka menghadiri pertandingan tajen sabung ayam pisau dibali, mereka mengatakan bahwa ayam dengan cirikhas merah ini sangat dilarang untuk digunakan untuk tajen disana.

Menurut mereka jika ada yang dengan sengaja membawa ayam ini ke arena dengan tujuan untuk diadu, kemungkinan akan terjadi perkelahian antara botoh tersebut. Sangkit pantangnya, dikatakan bahwa jika ada yang nekat bisa-bisa sanak saudaranya bakalan menjadi korban.

Sebenarnya terdapat satu jenis ayam lainnya yang juga pantang digunakan dalam Tajen yaitu Ayam Rajah Wilah.

Baca disini ciri-ciri Ayam Rajah Wilah.

Jadi anda sudah tahu kan ciri-ciri dari salah satu ayam yang sangat pantang untuk dibawa bahkan di adu di Pulau Dewata ini. Jadi jangan salah ya, pilih ayam yang biasa saja atau berkonsultasi dengan teman-teman botoh asal bali sebelum anda berpartisipasi di arena.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *